Manajemen Resiko Perbankan

Tujuan pokok bank untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan kekayaan pada pemegang saham.

Ukuran kinerja digunakan bank adalah  perolehan Laba bersih, pertumbuhan asset, Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), belum mempertimbangkan risiko

Upaya mencapai tujuan perusahaan diperlukan empat komponen utama  yaitu:

  1. Meningkatkan inovasi produk, jasa, fitur electronic banking delivery channels
  2. Pemasaran yang agresif .
  3. Tersedia kebijakan dan prosedur yang lengkap dan benar         
  4. Sistim manajemen SDM yang handal dan bersaing.

Manajemen risiko merupakan bagian dari strategi keseluruhan bank dalam mencapai tujuan. Bisnis berada di garda depan, risk management merupakan pertahanan lapis kedua dan internal control merupakan pertahanan lapis ketiga.

Strategi operasional bank adalah upaya mencapai keseimbangan antara :

  1. Pertumbuhan bisnis dan pencapaian market share.
  2. Meningkatkan efisiensi operasional
  3. Implementasi risk management yang berorientasi bisnis.

Bank harus mencari berbagai alternatif untuk mengendalikan atau meningkatkan efisiensi biaya Overhead dengan beroperasi secara efisien sehingga dapat berkompetisi di pasar.

Tujuan meningkatkan pertumbuhan bisnis, meningkatkan efisiensi dan pengelolaan risik sering tidak sejalan. Untuk mencapai tujuan usaha tersebut  bank perlu mencari keseimbangan yang optimal antara bisnis, operasional dan manajemen risiko dengan mempunyai unit bisnis yang berorientasi risiko, dan mempunyai unit manajemen risiko yang berorientasi bisnis.

Manajemen risiko tidak untuk menghambat pertumbuhan bisnis bank, namun ikut memastikan bahwa risiko dalam bisnis yang dimasuki oleh bank disadari oleh bank dan masih dalam toleransi bank.

Penerapan manajemen risiko pada bank juga berperan dalam meningkatkan shareholder value, memberikan gambaran kepada pengelola bank mengenai potensi kerugian dimasa mendatang, modal yang diperlukan untuk mengcover risiko, dibandingkan dengan potensi return yang dihasilkan.

Risiko dalam konteks perbankan à potensi kerugian yang tidak dapat diperkirakan (unanticipated) yang berdampak negatif terhadap pendapatan dan permodalan bank. Perlu dibedakan dengan kerugian yang dapat diperkirakan (anticipated) atau expected loss, yang merupakan bagian dari proses bisnis, dan sudah diperhitungkan dalam penetapan harga misalkan bunga kredit dalam komponen risk premium.

Risiko juga dapat dilihat sebagai volatilitas

Risiko juga dapat dianggap sebagai kendala pencapaian tujuan. Dengan kata lain, risiko yaitu potensi yang dapat memberikan dampak negatif kepada sasaran yang ingin dicapai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


%d blogger menyukai ini: