MEMILIH ATAU TIDAK MEMILIH ADALAH PILIHAN

8 April 2009 at 03:57 Tinggalkan komentar

Politik memang unik, di suatu waktu kita bisa jadi lawan dan di kala waktu lain malah menjadi sahabat…

Bangsa kita sedang belajar demokrasi setelah sekian lama terkungkung dalam kekuatan rejim yang demikian berkuasa.

Benarkah kita bisa menerima demokrasi ? Apakah cuma sekadar kata-kata semata ?

dscn0986

Pada hakekatnya manusia lahir untuk menentukan sikapnya sendiri sendiri karena sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang memang diberikan kemampuan untuk itu. Bukankah, di taman firdaus yang begitu sempurna, dimana Tuhan memberikan segala yang bisa dimiliki oleh Adam & Eva, mereka juga melakukan pilihan yang mungkin pilihan tersebut merupakan kesalahan yang tidak diperbolehkan, namun demikian demokratisnya Tuhan sehingga tetap memberikan hak buat manusia untuk memilih. Pernahkah kita memikirkan mengapa dengan kemahakuasaan yang dimilikiNYA, dibiarkannya iblis menggoda agar manusia menggunakan hak pilihnya ? Memilih merupakan suatu keputusan yang menjadi suatu hak. Bagaimanapun juga tidak memilih apapun juga merupakan suatu keputusan menjalankan hak tersebut. Tuhan sudah memberikan gambaran tentang segala akibat apabila Adam & Eva melakukan hak pilihnya, segala resiko yang mungkin akan dialami. Begitu kuatnya hasrat dari Adam & Eva sehingga mereka memilih untuk menggunakan hak pilihnya dan menanggung segala resiko akibat memilih bujukan sang ular. Namun benarkah itu suatu kesalahan, bukankah Tuhan yang maha mengetahui dan maha baik tetap memelihara ciptaanNya untuk menjalani resiko memilih tadi. Bayangkan seandainya Adam & Eva tidak melakukan pilihannya, apakah akan ada yang disebut dengan umat manusia ? apakah akan ada manusia-manusia yang menjadi penghuni bumi yang diciptakanNya ?

Bagaimanakah kita menentukan pilihan kita ? Logika dan akal sehat untuk meneliti segala informasi baik dan buruk dikaruniakan kepada kita dan kita juga memiliki hati, nurani dan sikap budi pekerti dan bahkan emosi. Percayakah anda akan pilihan anda adalah pilihan yang benar. Kita harus memilih sikap kita. Segala resiko atau konsekuensi dalam memilih ada akibatnya dan kita harusnya juga menerima resiko itu dan bila kita tidak memilih dengan alasan apapun juga suatu pilihan yang harus kita terima segala konsekuensinya.

Golput atau tidak memilih bukanlah suatu hal yang salah menurut undang-undang, secara legal syah di negara kita. Namun kita harus menyadari bahwa itu juga adalah suatu pilihan yang segala akibat dan baik buruknya kita harus menerimanya. Justru anda telah menentukan bahwa anda telah menjalankan hak anda untuk tidak menggunakan hak yang anda miliki, menghilangkan dan membuangnya untuk tidak ikut berpartisipasi memilih, ikut serta berpartisipasi di negara ini. Yang menyedihkan, begitu anda golput seharusnya anda sadari bahwa secara langsung anda telah memilih untuk diam. Anda memilih untuk tidak ikut serta dalam perpolitikan di negara kita seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang memilih diam ketika mereka tidak ikut menyumbang di suatu hajatan karena mereka sadar bahwa mereka tidak memberikan andil atau sumbangsih apapun. Yang membingungkan di bangsa ini bagi saya adalah fenomena kelompok yang memilih untuk tidak memilih justru ikut – ikut bersuara dan melontarkan teriakan teriakan seolah-olah dia juga bersuara sementara dia sendiri telah memilih untuk tidak menentukan suaranya seperti apa.

Inilah fenomena menarik, banyak yang kurang memahami bahwa sesungguhnya ketika tidak menggunakan hak kita memilih berarti kita juga telah menjatuhkan pilihan untuk diam dan menerima segala akibatnya. Seharusnya, sebagaimana anda diam tidak memilih maka anda juga memilih untuk diam pula untuk segala hal yang berkaitan dengan jalannya negara ini. Bukankah kita harusnya menyadari bahwa kita telah membuang hak kita untuk bersuara bukan justru kita tidak memilih tetapi malah memobilisasi protes dan sebagainya.

Hakikat manusia sebagai mahluk sosial adalah saling berhubungan antar manusia. Setiap manusia telah lahir dengan kondisi yang berbeda dan dalam lingkungan yang berbeda sehingga setiap kepala memiliki cara berfikir yang berbeda. Apakah anda harus memaksa orang lain untuk menerima sikap anda ? atau bisakah anda menerima paksaan dari orang lain ? kembalilah bertanya pada diri kita sendiri, bagaimana apabila orang lain berbuat seperti itu kepada saya ?

Jangan lagi bersuara apabila anda memang telah memilih untuk tidak bersuara. jangan lagi banyak bicara kalau memang anda telah menentukan pilihan untuk tidak menggunakan hak suara anda. Sungguh merupakan suatu hal yang antagonis dan sulit dipahami pada suatu sisi anda tidak memilih karena anda tidak yakin tetapi disisi lain anda berkomentar, mengomentari dan bahkan bicara yang seharusnya anda tetap diam karena anda sudah memilih untuk tidak ikut memikirkan apa yang harusnya kita lakukan demi bangsa ini. Lihatlah yang dilakukan orang – orang diam/ Golput di negara lain, mereka diam karena mereka menyadari bahwa mereka sejak awal mereka telah memilih untuk tidak ikut memilih. Janganlah kita terus menerus merasa benar bahwa anda juga memiliki hak bersuara karena bukankah anda telah menyatakan anda telah membuang hak suara anda ? Kalau memang anda telah memilih tak bersuara, maka diamlah sampai saatnya tiba untuk anda gunakan lagi hak suara tersebut. Bukankah diam itu emas ? dan sudahkah anda pahami bahwa memang sudah sepantasnya anda menerima segala resiko bahwa anda telah memilih jadi orang yang tidak melakukan pilihan sehingga secara langsung sebagai akibatnya anda harus menerima bahwa siapapun yang terpilih dan orang-orang yang berani memilih adalah yang memiliki hak untuk bersuara. Gunakan atau tidak menggunakan hak pilih adalah suatu pilihan.

Kalau anda memilih untuk tidak memilih atau dengan kata lain tidak bersuara alias diam, maka diamlah jangan bersuara….Jangan jadi pengecut, terimalah resiko bahwa begitu anda diam maka seharusnya anda tetap diam dan bahkan anda akan didiamkan juga seperti sikap anda untuk diam dan tidak turut bersuara….

Entry filed under: aku sudah besar. Tags: .

Industri Rakyat Kebijakan pembagian dividen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Yang telah mengunjungi :

  • 6,095 pengunjung
April 2009
M S S R K J S
« Feb   Jan »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

%d blogger menyukai ini: